Home

berkah

Seorang hamba melihat sahabatnya di masjid sedang dalam keadaan berdo’a setelah shalat jama’ah selesai. Terlihat wajah sahabatnya begitu khusyuk dalam memohon, meminta, bermunajat kepada Allah Pemberi rizki. Ia menunggu cukup lama sampai sahabatnya selesai. Telah melekat pada diri mereka apabila bertemu selalu mengucapkan salam dan menyapa.

Sambil menunggu sahabatnya, ia bergumam, ” Bagaimana ia bisa kaya kalau kerjanya hanya di masjid  berdo’a dengan sedikit usaha?, , orang yang mati-matian mencari rizki saja belum tentu kaya, apalagi yang hanya menggantungkan pada do’a dan usahanya ala kadarnya saja, Sahabatnya mendengar, dan hanya sedikit senyum, diam tidak memberi komentar apapun. Di pandanginya lagi sahabat yang di dalam masjid sedang berdo’a, belum selesai juga dalam bermunajat kepada-Nya.

Ia selalu ingat bahwa sahabatnya sangat menjaga hubungannya dengan sang Allah SWT. Pada saat begitu banyak orang yang menggantungkan hidupnya pada dunia dan terkadang sampai lupa waktu seolah-olah harta adalah yang menghidupi mereka, harta benda adalah segalanya, tuhan mereka, sahabatnya ini memilih kegidupan sederhana, sebuah kehidupan yang jauh dari hiruk-pikuk dunia ini. jauh dari segala gemerlapnya.

Ia hanya berikhtiar dan berjuang dengan niat mencapai keridhoan-Nya, Suatu niat yang ikhlas dan ikhtiar yang jujur telah mendatangkan ridho Allah kepadanya sehingga ia selalu dapat mencukupi segala kebutuhan hidup istri dan anak-anaknya.

Sungguh dengan niat baik dapat mengantarkan ke gerbang ilahi, lalu bagaimana dengan niat kita dalam berikhtiar, ,? . Niat kita ingin menjadi kaya, punya rumah mewah, punya kendaraan yang istimewa, kehidupan bermegah-megah. Sungguh rizki yang di dapatkan dengan niatan begitu, dengan usaha yang sekecil-kecilnya mendapat keuntungan sebesar-besarnya. Rizki yang kita dapatkan dengan begitu walaupun banyak di raih, tapi tidak memiliki keberkahan di dalamnya, Semakin banyak di dapat semakin bertambah rasa kekurangan kita. Seperti seorang musafir, minum garam saat kehausan, semakin banyak di minum terasa semakin haus.

” Dan di antara manusia ada orang-orang yang menyembah tandingan-tandingan selain Allah, mereka mencintainya sebagaimana mereka mencintai Allah. Adapun orang-orang yang beriman sangat cinta kepada Allah. Dan jika seandainya orang-orang yang berbuat dzalim itu mengetahui ketika mereka melihat siksa ( Pada Hari Kiamat ), Bahwa kekuatan itu kepunyaan Allah semuanya dan Bahwa Allah amat berat siksa-Nya (niscaya mereka pasti menyesal ).” ( Q.S AL-BAQOROH ; 165).

Ia kembali mengingat sebuah hadis Rasulullah SAW, tentang kehidupan orang-orang yang selalu menggantungkan harapannya hanya kepada Allah SWT. Serta berikhtiar hanya untuk-Nya. Rasulullah bersabda “ Jika engkau menggantungkan hidupmu pada dunia, maka Allah SWT, akan menyerahkan urusanmu pada dunia ini, jika engkau menggantungkan hidupmu kepada Allah semata, Allah akan jadikan dunia mendatanginu dengan sukarela. (H.R Muslim).

Referensi : https://dedsglorious.wordpress.com/category/tadabbur/bukan-kaya-tapi-berkah/

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s