Home

indonesia lanjutkan perjuangan pahlawan

A.     HUTANG INDONESIA

1. Jumlah Hutang

Jumlah Utang dari tahun 2000 – 2014terus meningkat.  Per Februari 2014, Total hutang Indonesia per Februari 2014 mencapai Rp 2.428,63 triliun dengan rasio 24,7% terhadap PDB.

Image

Peningkatan Hutang Indonesia dari tahun ke tahun sebagai berikut:

Image

2.  Kemana Indonesia Berhutang?

Negara Pemberi Utang Luar Negeri Terbesar Indonesia Per Februari 2014 adalah:

Image

3.  Keadaan Penduduk

Hutang Negara terus meningkat dan angka kemiskinan dan pengangguran juga meningkat, angka kemiskinan berdasar data BPS 17,7 persen atau 39 juta jiwa dan pengangguran 10,4 persen.

Dilain pihak Forbes Asia merilis daftar 50 orang terkaya di Indonesia tahun 2013.  Jumlah harta 50 orang terkaya di Indonesia mencapai  $95 miliar atau Rp.1.111,5 triliun, dengan asumsi kurs sebesar Rp.11.700 perdolar.  Nilai ini setara dengan setengah dari utang pemerintah Indonesia pada akhir Oktober 2013 sebesar Rp.2.273 triliun.

Yang lebih menyedihkan, tingkat kemiskinan di Indonesia semakin parah bukan hanya dari jumlah dan prosentase saja. Tapi, semakin tingginya  tekanan hidup yang dihadapi penduduk miskin, dan disaat tingkat kemiskinan Indonesia semakin mengkhawatirkan ini beberapa milyarder justru menambah pundi-pundinya yang semakin membengkak ketika perekonomian Indonesia cenderung bergejolak. Jumlah tersebut naik 1,1 persen dibandingkan tahun lalu.

Potret kontras yang menampilkan realitas kesenjangan sosial meningkatnya jumlah orang kaya yang segelintir dengan aset begitu besar, dan jumlah penduduk miskin yang semakin membengkak di tanah air memicu pertanyaan besar. Konglomerat-konglomerat Tionghoa menguasai dan mengendalikan lebih 50% PDB (Product Domestic Bruto) RI dan menguasai 80% media massa.

Ironisnya lagi, fakta yang dihadapi  bangsa saat ini adalah lilitan utang luar negeri yang telah menenggelamkan bangsa Indonesia dalam krisis multidimensional dan kerangkeng kemiskinan yang berkepanjangan terjadi dibalik kekayaan Indonesia yg begitu melimpah.

4.   Konflik Perbatasan Indonesia

Indonesia masih memiliki sejumlah masalah perbatasan dengan negara tetangga. Setidaknya ada lima negeri jiran yang masih memiliki masalah perbatasan dengan Indonesia. Negara-negara tersebut antara lain Palau, Malaysia, Filipina, Singapura, dan Timor Leste.

Setidaknya ada empat titik wilayah perbatasan Indonesia dan Malaysia, yang meliputi segmen Selat Malaka, Malaka Selatan, Laut Cina Selatan, dan Laut Sulawesi. Untuk Singapura, ada dua titik yang belum disepakati. Wilayah tersebut meliputi Selat Singapura Timur, yang berhadapan dengan Batam dan wilayah sekitar Suar Batu Buleh.   Selain itu, Indonesia masih merundingkan batas zona ekonomi eksklusif dengan Filipina dan Palau. Sedangkan perundingan tapal batas laut dengan Timor Leste menunggu penentuan garis batas darat.

Penyelesaian masalah itu harus diselesaikan tanpa kekerasan dan perundingan sengketa perbatasan hendaklah dilakukan dengan mengedepankan prinsipwin-win solution sebagai asas perundingan umum. Sebelum melakukan klaim, secara teknis, militer harus hadir di perbatasan laut. sehingga kejadian lepasnya Sipadan-Ligitan terulang lagi.  Dua pulau tersebut lepas dari wilayah Indonesia akibat Malaysia yang lebih dulu hadir di kedua pulau tersebut.

B.     Potensi Negara Republik Indonesia.

Negara Republik Indonesia adalah Negara terkaya di planet bumi ini.

Kekayaan Negara kita adalah sebagai berikut:

Image

Image

Lihatlah, Negara ini sangat amat kaya raya, tak ada bangsa atau negara lain sekaya INDONESIA! tapi apa yang terjadi ? Kekayaan Alam Indonesia tidak seirama dgn kehidupan Rakyatnya yang miskin, terpuruk, melarat tak berdaya.

C.  INDONESIA MILIK SIAPA?

Label Asing di Sekeliling Kita. Dari bangun tidur sampai tidur kembali, di kanan-kiri kita sudah ditempeli label asing. Bangun tidur minum air mineral bermerek Aqua, yang 74% sahamnya punya Danone asal Perancis. Atau minum teh Sariwangi milik Unilever, Inggris, atau minum susu SGM, Belanda.

Mau mandi? Pakai sabun Lux dan sikat gigi pakai Pepsodent milik Unilever.Makan nasi pakai beras impor, termasuk makan buah. Lalu, berangkat kerja naik mobil, bus, atau motor, milik perusahaan asing. Pulang ke rumah merokok Sampoerna yang 97% sahamnya mililk Philips Morris, Amerika Serikat.

Di industri telekomunikasi, PT Indosat Tbk mayoritas Qatar Telecom 65%. Norwegia (Skagen AS) Telkomsel 35% sahamnya dimiliki oleh perusahaan Singapura, SingTel Mobile dan sisanya 65% dikuasai Telkom.  XL dikuasai Axiata Group Berhad, Malaysia. Axis dan Tri yang semuanya milik asing. Praktis, hampir semua frekuensi telekomunikasi Indonesia dikuasai oleh asing

Hampir seluruh kebutuhan pokok masyarakat dikendalikan oleh korporasi raksasa, menguasai begitu banyak sektor strategis, dari bahan bakar, jalan tol hingga air minum.  Besarnya pengaruh korporasi raksasa terhadap kehidupan masyarakat menyebabkan mereka mampu mendiktekan kepentingan ekonominya terhadap masyarakat bahkan negara. Akibatnya segelintir konglomerat  terus “menggemukkan” pundi-pundi hartanya, sedangkan jutaan rakyat yang miskin dan hampir miskin semakin jauh dari sejahtera.

Sekitar 85-90 persen perdagangan pangan dunia dikontrol hanya lima korporasi multinasional. Sekitar 75 persen perdagangan serelia dikuasai oleh dua korporasi multinasional. Dua korporasi raksasa menguasai 50 persen perdagangan dan produksi pisang. Tiga korporasi multinasional menguasai 83 persen perdagangan kakao. Tiga korporasi menguasai 85 persen perdagangan teh. Lima korporasi mengendalikan 70 persen produksi tembakau. Tujuh korporasi menguasai 83 persen produksi dan perdagangan gula. Empat persen mengendalikan hampir dua pertiga pasar pestisida. Sedangkan empat korporasi raksasa menguasai seperempat bibit (termasuk paten) dan hampir seratus persen pasar global bibit transgenic.

DULU, warung dan toko kelontong tersebar di hampir tiap daerah, mulai dari pelosok hingga kota besar.  Namun sekarang warung dan toko kelontong semakin terdesak dan tersudut.  Maraknya kehadiran peritail mancanegara di Indonesia, membuat Asosiasi Pengusaha Ritel Indonesia (Aprindo) tidak bisa berbuat banyak.  Ritel asing semakin kuat  seperti Makro, Continent, Giant dan Lotte Group dari Korea, Tesco, Jasco, Isetan, dan Central. Ikea, WalMart, Parkson Malaysia.  Warung makan rakyat juga terdesak oleh  restoran cepat saji seperti Lotteria dari Korea, Mc Donald, KFC, Pizza Hut, Starbuck dst dsb.

 Siapa menguasai Indonesia?

1.   PERBANKAN

50,6% Aset Perbankan Nasional dimiliki asing, antara lain:

–          ANZ Banking Group Limited (99%),

–          Bank UOB Indonesia (98,84%),

–          HSBC Asia Pasific Holdings (UK) Limited (98,96%),

–          CIMB Niaga (97,93%),

–          OCBC Overseas Investment (85,06%)

2.  PERTAMBANGAN

Investor Asing kuasai:

–           70% MIGAS,

–          75% Batubara, Bauksit, Nikel dan Timah,

–          85% Tembaga dan Emas.

Beberapa perusahaan asing yang kuasai sektor tambang dan Migas: Chevron, Conoco, Freeport, dan Newmont dari USA Total dari Perancis, Petrochina dari China.

3. TELEKOMUNIKASI

–          Telkomsel: 35% SingTel Singapura,

–          XL Axiata : 66,5% Axiata Berhad Malaysia,

–          Indosat     : 65% Ooredo Asia Qatar, Hutchison Tri 60% Hutchison Whampoa Hongkong China.

4. PERKEBUNAN KELAPA SAWIT

40% dari 8,9 juta hektar dikuasai investor asing antara lain,

–          Guthrie Golden Hope, KL Kepong dari Malaysia,

–          Wilmar Internasional dari Singapura,

–          Cargill dari Amerika Serikat,

–          SIPEF – Belgia.

5. SEKTOR yang akan diberikan Pemerintah untuk asing:

–          Pelabuhan (49%),

–          Operator Bandara (100%),

–          Jasa Kebandaraan (49%),

–          Terminal Darat untuk barang (49%),

–          Periklanan (negara ASEAN bisa capai 51%)

Image

Daftar perusahaan minyak asing terbesar yang melakukan eksplorasi di Indonesia: Image

Perusahaan Farmasi (obat) Asing terbesar di Indonesia.

Image

Daftar Beberapa Perusahaan Asing Di Indonsia

Image

Bisnis Retail Asing Terus Mengincar Pasar Indones.  25 Perusahaan Terbesar di Dunia

Image

Daftar Perusahaan Terbesar  di Indonesia (VersiFortune)

Image

Daftar 7 Maskapai terbaik didunia

Image

Indonesia yang kaya dan subur ini juga mengimpor banyaknya produk makanan dan minuman.  Banyaknya barang impor yang mendominasi Negara tercinta ini karena kurangnya daya saing produk dari dalam negeri dan lemahnya perlindungan pemerintah terhadap produk lokal.

Negara pengimpor produk makanan dan minuman terbesar di Tanah Air adalah MALAYSIA, China, Thailand dan SINGAPURA. Impor makanan dan minuman dari Malaysia mencapai 23,69 persen, atau menguasai 4-5 persen pasar makanan dan minuman di Indonesia.

Berikut daftar 28 komoditas pangan masyarakat Indonesia yang masih mengimpor!

No Komoditas Nilai Impor (US $) Volume Impor (Kg) Negara asal
1 Beras 124,36 juta 239,31 juta Vietnam, Thailand, Pakistan, India, Myanmar, dan lainnya
2 Jagung 393,18 juta 1,29 miliar India, Argentina, Brazil, Paraguay, Amerika Serikat dan lainnya
3 Kedelai 509,47 juta 826,33 juta Amerika Serikat, Malaysia, Argentina, Ethiopia, Ukraina dan lainnya
4 Biji Gandum dan Meslin 1,22 miliar 3,24 miliar Australia, Kanada, India, Amerika Serikat, Singapura, dan lainnya
5 Tepung Terigu 36,8 juta 82,5 juta Srilanka, India, Ukraina, Turki, Jepang, dan lainnya
6 Gula Pasir 20,06 juta 32,64 juta Thailand, Malaysia, Australia, Korea Selatan, Selandia Baru, dan lainnya
7 Gula Tebu 980,46 juta 1,85 miliar Thailand, Brazil, Australia, El Salvador, Guatemala dan lainnya
8 Daging Sejenis Lembu 87,25  juta 17,86 juta Australia, Selandia Baru, Amerika Serikat, Singapura, Korea Selatan dan lainnya
9 Jenis Lembu 123,84 juta 44,28 juta Australia
10 Daging Ayam 509,47 juta 826,33 juta Malaysia
11 Garam 43,12 juta 923,57 juta Australia, India, Jerman, Selandia Baru, Singapura dan lainnya
12 Mentega 43,85 juta 10,18 juta kg Selandia Baru, Belgia, Australia, Perancis, Belanda dan lainnya
13 Minyak Goreng 33,07 juta 34,88 juta kg India, Malaysia, Vietnam, Thailand, Singapura dan lainnya
14 Susu 379,3 juta 103,47 juta kg Selandia Baru, Amerika Serikat, Australia, Belgia, Jerman dan lainnya.
15 Bawang Merah 28,57 juta 63,17 juta kg India, Thailand, Vietnam, Filipina, China dan lainnya
16 Bawang Putih 144,43 juta 187,86 juta kg China, India dan Vietnam
17 Kelapa 441.191 445.585 kg Thailand, Singapura, Vietnam dan Filipina
18 Kelapa Sawit 1,74 juta 3,24 juta kg Malaysia, Papua Nugini dan Kepulauan Virginia
19 Lada 2,003 juta 136.277 kg Vietnam, Malaysia, Belanda, India dan lainnya
20 Teh 15,66 juta 11,41 juta kg Vietnam, India, Kenya, Iran, Srilanka dan lainnya
21 Kopi 31,52 juta 13,48 juta kg Vietnam, Brazil, Amerika Serikat, Italia, dan lainnya
22 Cengkeh 1,87 juta 182.861 kg Madagaskar, Mauritis, Singapura
23 Kakao 36,02 juta 14,37 juta kg Ghana, Pantai Gading, Papua Nugini, Kamerun, Ekuador dan lainnya
24 Cabe (kering tumbuk) 11,25 juta 8,79 juta kg India, China, Malaysia, Jerman, Thailand, dan lainnya
25 Cabe (awet sementara) 1,09 juta 1,11 juta kg Thailand, China dan Malaysia
26 Tembakau 274,7 juta 54,59 juta kg China, Turki, Brasil, Filipina, Amerika Serikat dan lainnya
27 Ubi Kayu 38.380 100.798 kg Thailand
28 Kentang 14,33 juta 21,65 juta kg Australia, Kanada, China dan Inggris

Inilah kejadian Aneh bin ajaib bin nyata yang terjadi di negeri ini. Apapun di Impor, parahnya makanan dan minuman, ternyata juga harus diimpor. Apa orang Indonesia sudah pada tidak bisa memasak atau bikin makanan sendiri?  Kok harus diimpor?

Padahal Indonesia lebih potensial areal pertanian, tumbuhan dan sumber bahan baku makanan untuk diolah, dan pasti jauh lebih besar dibanding Malaysia. Begitu juga dengan Sumber Daya Manusia Indonesia yang melimpah-ruah sampai tumpah-ruah kemana-mana. Tapi kenapa makanan dan minuman tersebut harus diimpor?

Lalu dimana Rakyat Indonesia? Apa Tantangan di Masyarakat Saat ini? 

  • SDM Indonesia dinilai jauh kalah dalam keahlian dan profesionalitas.  Kalau pun ada yang mampu bersaing, jumlahnya sangat sedikit.  Sehingga rakyat Indonesia hanya menempati posisi rendah dalam mengelola SDA miliknya.
  • Para wakil rakyat  yang kinerjanya jauh dari kredibel dan korupsi masih merajalela..  Proses pembuatan undang-undang di DPR di sektor migas, energi dan pertanian dikonsep oleh konsultan asing (beritasatu,2001) dan kebanyakan undang-undang yang menjadi sasaran intervensi asing.
  • Moralitas masyarakat Indonesia tengah mengalami kemunduran.  Moral masyarakat yang mundur, gampang diintervensi kapitalis.  Hal ini menjadi pukulan telak dalam kemajuan ekonomi.  Gampang terintervensi oleh pemikiran kapitalisme dan materialisme. Benar benar sulit  memasukan pemahaman tentang bahaya misionaris yang memboncengi kapitalisme dan neoliberalisme kepada segelintir orang yang “merasa pintar” . Orang orang yang telah tercuci otaknya ini begitu yakinnya bahwa kapitalismelah yang akan membuat negeri ini maju. Sungguh-sungguh buta dengan kenyataan.
  • Kekuasaan, modal dan uang sangat mudah merasuki masyarakat Indonesia yang berdampak meruntuhkan akhlak mulia di masyarakat.  Menina bokokkan masyarakat sehingga menjadi “malas”, maunya serba instan.  Yang penting sudah ada makan sehari sudah cukup.   Rakyat kurang mau belajarlah membaca realitas.  Terlalu mudah percaya kepada iklan para kapitalis yang akan menjajah ekonomi negeri ini.
  • Perekonomian Indonesia terlalu bergantung pada konglomerat bukan perekonomian rakyat.  Struktur perekonomian Indonesia sangat timpang.  Nyaris separuh Produk Domestik Bruto (PDB) disumbangkan oleh pengusaha kakap alias konglomerat.

 LANTAS, APA YANG HARUS KITA LAKUKAN?

Jika Migas Dikuasai Asing,  Merdekakah Kita?  Kita Belum Merdeka, Pengelola Sumber Daya Alam Indonesia Adalah Asing!  PT Pertamina (Persero), perusahaan minyak dan gas bumi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) bukanlah perusahaan penghasil minyak bumi terbesar di Indonesia, melainkan perusahaan asing yaitu PT Chevron Pacific Indonesia (CPI). Perusahaan Asing Kuasai 70% Sumur Migas RI.

Hatta Rajasa: Asing Kuasai Sumber Daya Alam, Indonesia Tak Akan Maju.

Presiden yang akan datnag haruslah yang mampu merealisai amanah UUD 1945 Pasal 33 itu ada dua acuan utama untuk negara yaitu perekonomian nasional dan kesejahteraan sosial masyarakat. Kata kuncinya itu disana adalah dikuasai negara dan sebesar-besar kemakmuran rakyat

Lebih lanjut Hatta menjelaskan, sumber daya mineral hingga kini sebagian besar juga dikuasai asing. Sumber daya mineral hanya digunakan sebagai sumber devisa melalui ekspor barang mentah. Oleh sebab itu pemerintah melakukan pelarangan ekspor barang mentah pada 2014 mendatang sesuai dengan UU Nomor 4 Tahun 2009 mengenai Pertambangan Mineral dan Batubara (Minerba).

Hatta menilai, bangsa Indonesia tidak akan pernah maju jika hanya bisa menjual barang mentah saja. “Bangsa ini tidak akan pernah maju dari jual barang mentah dan kita selamanya menjadi bangsa yang selalu bergantung,” tukas Hatta.

Selain pelarangan ekspor pada barang tambang mentah, tindakan pemerintah lainnya seperti renegosiasi kontrak karya. “Pemerintah itu pada dasarnya menghormati seluruh kontrak yang dibuat di masa lampau. Namun, jika kontraknya habis perlu strategi ulang untuk mengelola sumber barang tambang itu,”

Hatta menuturkan pemerintah meminta agar Freeport bisa membangun pemurnian dan pengolahan barang tambang mentah (smelter). “Ini kemudian, melepaskan sebagian lahannya yang dikuasai, peningkatan royalti dan divestasi saham 51 persen. Ini akan menjadi pegangan kita untuk mengelola masa depan kita.

Ahli ekologi politik dan sosiologi IPB, Arya Hadi Dharmawan juga menyatakan:

“Ya, begitulah realitanya. Kalau mau jujur, saat ini, Indonesia sudah dijajah bangsa asing. Kalau dulu sebatas Belanda dan Jepang, sekarang ini beragam bangsa asing mencengkeram Indonesia.”  Mengerikan sekali, tentu saja.

SUMBER DAYA ALAM INDONESIA TIDAK DIKUASAI NEGARA UNTUK KEMAKMURAN MASYARAKAT TAPI UNTUK  KONGLOMERAT DAN ASING.

Pertambangan di Freeport dari saat dibuka hingga sekarang, telah mengasilkan 7,3 JUTA ton tembaga dan 724,7 JUTA ton emas, jika emas harga per gram Rp. 300.000 maka nilai  724,7 JUTA ton emas adalah Rp.217.410.000.000.000.000.000.  Itu hanya emas belum lagi tembaga serta bahan mineral lain-nya.

JIKA EMAS DI PAPUA DIBAGI RATA UNTUK RAKYAT INDONESIA MAKA SETIAP JIWA AKAN KEBAGIAN TIGA TON (???)

KINI SAATNYA KITA PILIH PRESIDEN BERWIBAWA, TOLAK PRESIDEN LOYO.

Salah satu bakal capres mengatakan, kaum intelektual berkewajiban untuk mencerahkan rakyat. Khususnya tentang betapa pentingnya suara dan pilihan mereka dalam pilpres 2014.   Para intelektual bertugas mencerahkan rakyat supaya tidak salah pilih pada pilpres 2014. Karena itu menentukan nasib bangsa Indonesia ke depannya.  2014 merupakan saat-saat Indonesia menemui jalan simpang yang menentukan nasib bangsa Indonesia.

Kaum intelektual berperan dan kewajiban mereka sebagai pandu bagi masyarakat. Memberi pencerahan dan  kesadaran penuh atas risiko apa yang dihadapi dalam pilpres 2014 bahwa kala memilih pemimpin nasibnya digadaikan untuk sedikitnya lima tahun ke depan.

“Sebab jalan simpang ini akan menuju pada dua arah. Yang satu jalan terjal dan jauh dari keadaan baik. Yang lain jalan yang nyaman menuju Indonesia yang lebih baik. Di jalan simpang ini intelektual harus menjadi pandu bagi rakyat”

Sumber:

(*/Vivanews); http://finance.detik.com/read/2013/10/28/115654/2397116/4/utang-pemerintah-indonesia-kini-capai-rp-2273-triliun

http://fokus.news.viva.co.id/news/read/452222-kala-raksasa-ritel-asing-menyerbu-indonesia

http://asshoffa.blogspot.com/2008/10/ada-apa-dengan-pengelolaan-sumber-daya.html;

http://www.datacon.co.id/Ritel-2011ProfilIndustri.html

http://masih-berharap.blogspot.com/2010/03/25-perusahaan-terbesar-di-dunia.html(ramadhani’s blog)

http://bisnis.liputan6.com/read/657271/daftar-28-bahan-pokok-yang-masih-diimpor-indonesia

https://budhany.wordpress.com/2014/05/26/kenali-partai-politik-peserta-pemilu-2014-2-track-record-cerdas-memilih/

http://bunda2014.blogspot.com/2014/04/banyak-sebenarnya-yang-tidak-tahu.html

http://like-indonesia.blogspot.com/2013/12/kita-belum-merdeka-pengelola-sumber.html

http://economy.okezone.com/read/2013/07/31/320/845435/asing-kuasai-sumber-daya-alam-indonesia-tak-akan-maju

http://hizbut-tahrir.or.id/2013/09/14/5-perusahaan-penyedot-minyak-terbesar-di-indonesia/

http://hizbut-tahrir.or.id/2011/12/08/perusahaan-asing-kuasai-70-sumur-migas-ri/

http://www.worldbarometer.com/perusahaan-farmasi-asing-terbesar-di-indonesia.html

http://estuungguldrajat.blogspot.com/2013/04/daftar-beberapa-perusahaan-asing-di.html

http://bisniskeuangan.kompas.com/read/2013/07/15/1630536/Ini.Daftar.Perusahaan.Terbesar.di.Indonesia.Versi.i.Fortune./i.

http://berita.muslim-menjawab.com/2012/12/sumber-daya-alam-indonesia-dikuasai.html

(IRIB Indonesia/Liputan Islam); http://indonesian.irib.ir/wacana/-/asset_publisher/mkD7/content/gurita-korporasi-multinasional

http://www.tempo.co/read/news/2013/02/26/078463789/Perbatasan-Indonesia-Bermasalah-dengan-5-Negara

http://ekonomi.inilah.com/read/detail/1910655/label-asing-di-sekeliling-kita

Harian Kompas (22/11/2013) Kepala BPS Suryamin Kamis (2/1/2014)

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s